Blue Fire Pointer

Pages

Categories

Senin, 01 Desember 2014

Filosofi Cerita Kura-kura dan Kancil



Filosofi Cerita
Kura-kura dan Kancil

 Suatu hari kura-kura dan kancil berdebat tentang siapa yang lebih cepat. Mereka menyetujui jalur tertentu untuk bertanding dan mulailah mereka bertanding.
Sang kancil melesat dengan cepat, dan setelah jauh melampaui kura-kura, dia berhenti sejenak di bawah pohon untuk beristirahat memulai lagi perlombaannya.
Sang kancil terduduk di bawah pohon dan akhirnya tertidur. Kura-kura berhasil melampauinya dan keluar sebagai juara. Sang kancil terbangun dan mendapatkan dirinya kalah dalam perlombaan tersebut.
Maksud dari cerita ini adalah “mereka yang lambat, apabila konsisten, akan dapat memenangkan pertandingan”.

Ini adalah cerita yang biasa kita dengar sejak kecil. Baru-baru ini seseorang bercerita versi baru yang lebih menarik.
Rupanya ceritanya bersambung…..
Sang kancil sangat kecewa dengan kekalahannya, lalu melakukan analisis penyebabnya. Dia sadar bahwa dia kalah karena terlampau percaya diri, kurang hati-hati dan terlena. Kalau saja dia bisa lebih waspada, maka tidaklah mungkin kura-kura bisa mengalahkannya. Lalu ditantang lagi kura-kura tersebut untuk melakukan lomba ulang, yang disetujui oleh kura-kura.
Dan kali ini sang kancil menang mutlak, karena dia berlari tanpa henti.
Maksud dari cerita ini adalah: “cepat dan konsisten akan mengalahkan yang lambat dan konsisten”.

Kalau ada dua orang di perusahaan atau di kelas, yang satu lambat dan handal sedangkan yang satu lagi cekatan dan handal, maka yang cepat dan handal akan maju lebih cepat.
Lambat asal konsisten itu bagus. Akan tetapi lebih bagus lagi kalau cepat dan konsisten.

Tetapi ceritanya tidak hanya sampai di sini. Kali ini sang kura-kura mulai berpikir dan sadar bahwa tidaklah mungkin berlomba dengan kancil pada jalur seperti yang lalu.
Setelah berpikir keras, kali ini kura-kura menantang sang kancil untuk berlomba lagi pada jalur perlombaan yang berbeda.
Sang kancil setuju. Mereka mulai berpacu dan sang kancil berlari dengan cepat tanpa berhenti sampai akhirnya terpaksa berhenti di tepi sungai, karena harus menyebrang. Rupanya garis finishnya terletak beberapa ratus meter setelah tepi di sebrang sungai.
Sang kancil bingung harus berbuat apa dan tak lama kemudian muncul kura-kura menyusul dan dengan santainya menyebrang sampai ke garis finish dan memenangkan pertandingan.
Maksud dari cerita ini adalah : “pertama, temukan kompetensi inti anda kemudian carilah tempat bertanding yang sesuai dengan kompetensi inti anda”.
Di perusahaan atau di kelas kalau anda pandai bicara, carilah kesempatan untuk memberikan persentasi sehingga pimpinan anda bisa melihat kemampuan anda.
Kalau kekuatanmu menganalisis, carilah peran yang membutuhkan analisis.
Kalau kekuatanmu adalah mengorganisir, carilah peran untuk mengorganisir sesuatu kegiatan penting agar perusahaan tau bahwa anda mungkin pantas menjadi manager.

Bekerja pada kekuatanmu bukan hanya menunjukan kehebatanmu, akan tetapi juga menciptakan kesempatan untuk maju dan berkembang.

Ceritanya belum selesai lho…
Kali ini sang kancil dan kura-kura menjadi bersahabat, dan mulai memikirkan solusi masalah bersama-sama. Keduanya sadar bahwa lomba yang terakhir bisa dilakukan dengan jauh lebih baik. Jadi mereka memutuskan untuk melakukan perlombaan lagi, hanya kali ini mereka berlari dalam satu team.

Mereka mulai berlari….
Awalnya sang kancil menggendong kura-kura sampai ke tepi sungai, kemudian disini kura-kura yang menggendong kancil untuk menyebrang sungai. Di sebrang satunya, kancil mulai menggendong kura-kura lagi sampai garis finish. Sampai di garis finish, keduanya merasa puas karena berhasil tiba dengan waktu yang jauh lebih cepat dari lomba sebelumnya.
Maksud dari cerita ini adalah : “Bagus menjadi orang yang brilian dan mempunyai potensi inti yang kuat, akan tetapi tanpa bisa bekerjasama dalam suatu team dan menjalin masing-masing kompetensi inti, hasilnya tidak akan maksimal, karena selalu ada situasi  dimana anda berkinerja kurang, sedangkan rekannya lebih baik”.
Kerjasama adalah masalah kepemimpinan yang sesuai dengan situasi, yaitu dengan memberikan kesempatan kepada seseorang yang memiliki kompetensi inti yang sesuai dengan situasi untuk mengambil alih kepemimpinan.

Ada lagi yang dapat dipelajari di sini
Catat bahwa baik kancil maupun kura-kura tidak pernah menyerah setelah mengalami kegagalan. Bahkan sang kancil bekerja lebih keras setelah kegagalannya. Sedangkan kura-kura mengubah strateginya, karena dia sudah berusaha sekuat tenaga.
Dalam hidup, kalau kita mengalami kegagalan, terkadang bisa diatasi dengan bekerja lebih keras dan menambahkan usaha, terkadang akan lebih cocok untuk mengubah strategi dan melakukan sesuatu yang berbeda dan terkadang lebih cocok melakukan keduanya.
Baik kura-kura ataupun kancil juga belajar sesuatu pelajaran yang sangat penting. Kalau kita berhenti berkompetisi dengan saingan kita, lalu mulai berkompetisi dengan situasi, kita akan mendapatkan kinerja yang jauh lebih baik. Sama halnya dengan kancil dan kura-kura yang saling berkompetisi dan mulai memikirkan cara yang tepat untuk mencapai garis finish lebih cepat.

Ringkasnya, cerita ini mengajarkan banyak hal pada kita. Pelajaran yang penting adalah :
1.   Bahwa cepat dan konsisten akan selalu lebih baik daripada lambat dan konsisten.
2.   Berperanlah pada kompetensi inti
3.   Kumpulkan kekuatan dan bekerja di dalam team akan selalu mengalahkan jagoan individu
4.   Jangan pernah menyerah kalau gagal dan
5.   Bersainglah melawan situasi, jangan melawan pesaing.

Semoga cerita ini bermanfaat 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll

About