Dari Ikan Aku Belajar
Siapa yang tak kenal ikan,
makhluk ciptaan Allah SWT yang satu ini selain memiliki manfaat yang kompleks
juga mempunyai sebuah pelajaran yang bisa kita terapkan sehari-hari.
Ikan,
ya, dari namanya kita sudah mengetahui bahwa ikan atau pisces adalah makhluk yang hidup dalam air. Tapi, tidak semua yang
hidup dalam air dapat dikatakan sebagai ikan, contohnya paus dan lumba-lumba,
mereka tidak bisa dikatakan sebagai ikan karena ikan bernafas dengan insang
sedangkan paus dan lumba-lumba bernafas dengan paru-paru melalui hidung, ya
paus dan lumba-lumba memiliki hidung hanya saja bentuknya tidak sama dengan
hidung manusia. Ikan berkembang biak dengan bertelur sedangkan paus dan lumba-lumba berkembang biak dengan cara melahirkan dan
banyak hal yang membedakan antara paus dan lumba-lumba dengan ikan, seperti
tubuhnya ditutupi kulit bukan sisik, memeliki ekor yang bentuknya horizontal,
mempunyai kelopak mata dan lain sebagainya. Bisa disimpulkan bahwa yang mirip
dengan ikan bisa dikatan bukan ikan apa lagi yang hanya berada didalam air saja
seperti penyelam, rumput laut dan bangkai kapal adalah pasti bukan ikan. hehe
Setelah mengetahui apa saja yang bisa disebut ikan ternyata
mengonsumsi ikan juga memiliki kelebihan yang kompleks. Mengonsumsi ikan selain
bermanfaat untuk kantong karena harganya yang relative murah juga sangat
bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Asam lemak omega 3 dalam tubuh ikan telah
terbukti manfaatnya bagi kesehatan jantung. Studi para ahli dari Harvard school
of public health menyimpulkan, makan sampai dua porsi ikan dalam seminggu dapat
mengurangi risiko kematian akibat penyakit jantung tiga kali lipat. Juga beragam manfaat lain dari mengonsumsi ikan seperti meningkatkan kecerdasan otak, menekan risiko
kanker payudara, kanker kolon dan kanker prostat, menyehatkan mata, merawat
kulit mengatasi depresi dan lain sebagainya. Jadi, untuk mahasiswa dan anak
kost, ketika kantong sudah terasa lebih luas bagian dalamnya karena “sesuatu”
yang mengisi kian menipis, menonsumsi ikan bisa dijadikan jalan terbaik.
Satu lagi yang luar biasa dari ikan dan hal ini bisa
dijadikan pelajaran untuk kehidupan sehari-hari, yaitu berapa lamapun ikan
hidup di laut akan tetapi selama dia masih hidup dagingnya tidak akan terasa
asin. Ya ikan selama hidupnya tidak terpengaruh oleh lingkungan. Ini hal yang
bisa diambil untuk menapaki kehidupan ini. Bukan tempat yang menjadikan diri kita
hebat. Tapi kita sendirilah yang akan membuat diri kita hebat, karena
menjadiluar biasa di tempat yang luar biasa adalah biasa tapi menjadi luar
biasa di tempat yang biasa barulah luar biasa.
Tak masalah jika bergaul dengan orang-orang yang “ kurang
baik” selama kita mempunyai benteng keimanan yang kuat, karena dengan bergaul
dengan mereka kita akan tahu mana yang baik dan mana yang buruk atau lebih jauh
lagi kita bisa menyadarkan mereka dengan kata-kata yang halus karena perkataan
akan lebih di dengar oleh orang lain jika kita telah mengenal terlebihlagi
dekat dengan orang itu.
Jadi guys, bagaimanapun perubahan zaman sekarang ini
dengan warna warni kerusakan moral dan kerapuhan akhlak tak akan membuat kita
terwarnai oleh hal-hal yang negative seperti itu tapi dengan keimanan dan terus
berusaha memperbaiki diri, bukan kita yang diwarnai oleh dunia tapi kita lah
yang akan mewarnai dunia. Ya dari ikan itu aku belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar